Australian Tenderloin Steak a la Kaki Lima

Warung steak ini selain harganya terjangkau rasanya juga menggoyang lidah. Tak heran jika selalu penuh sesak oleh pembeli. Daging sapinya diiris cukup tebal, sedikit lemak dipinggirannya memberikan rasa juicy plus aroma smokey yang sungguh mengugah selera. Siraman saus blackpepper hmm… membuatnya tambah mak nyuss!

Sebenarnya sudah cukup lama nama Joni Steak populer di kalangan pencinta kuliner khususnya para penggemar steak. Namun letaknya yang cukup jauh di kawasan Pasar Baru, membuat saya belum kesampaian mengunjunginya. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu saat Joni Steak membuka cabangnya di kawasan Gajah Mada, wah saya pun nekat mengajak seorang teman untuk menyambanginya.

Letak Joni Steak bersebelahan dengan Bakmi GM Gajah Mada. Sayang tempat parkir yang terbatas memberi sedikit ketidaknyamanan, apalagi saat itu saya datang tepat di jam makan siang. Namun saat melangkah masuk, kami telah disambut dengan atmosfir ramah oleh para pelayan restoran.

Meskipun menempati ruko berlantai 3 namun di bagian bawah saja yang dipakai sebagai area bersantap. Meja tempat bersantap nyaris penuh dan beruntung saya masih mendapatkannya di sudut ruangan. Menurut teman saya, di cabang baru ini tempatnya jauh lebih bagus dan lebih nyaman dibandingkan dengan yang ada di Pasar Baru.

Selembar menu sederhana disodorkan kepada kami. Di bagian atas tertera aneka menu steak seperti sirloin steak, tenderloin steak, dan rib eye steak – kesemuanya bisa dipilih pakai daging lokal atau impor. Selain itu ada pula salmon steak, chicken steak, dan chicken schnitzel, chicken burger, dan spaghetti bolognise. Semua harganya tak lebih dari Rp 44.000,00.

Pilihan saya jatuh pada tenderloin steak impor dan chicken steak untuk teman saya. Untuk daging sapi impornya Jonisteak memakai daging impor dari New Zealand dan Australia dengan dua jenis saus yang ditawarkan yaitu blackpepper sauce dan mushroom sauce. Seporsi spaghetti bolognise, hasil ‘mencontek’ makanan milik tetangga di meja sebelah pun jadi menu tambahan.

Setelah pesanan dicatat, sepiring otak-otak disajikan di meja. Otak-otak ini ditawarkan Rp 3000,00 per buah, sayang rasa ikannya ternyata tidak begitu nendang dan teksturnya agak sedikit lembek dengan saus kacang yang sedikit terlalu asam di lidah. Tapi bolehlah dinikmati sambil menunggu pesanan atau jika perut memang sudah keburu terlalu lapar.

Pesanan saya muncul sekitar 15-20 menit kemudian. Tenderloin steak disajikan dalam piring putih lengkap dengan potato wedges dan setup sayuran yang terdiri dari irisan wortel, buncis, dan jagung manis. Dagingnya cukup tebal dengan tekstur sedikit gosong di permukaannya dan kesemuanya disajikan cukup memikat selera dengan siraman saus blackpepper.

Saya tak mengalami kesulitan saat mengiris daging dengan pisau. Saat daging disuapkan ke mulut hmm… dagingnya empuk agak sedikit chewy namun tidal alot, malah memberikan rasa yang enak saat dikunyah. Lemak yang berada di pinggiran daging memberikan sensasi juicy saat menikmati tenderloin steak ini. Wah, belum lagi aroma smokey yang samar-samar tercium memberikan jadi makin semangat menyantapnya.

Ternyata chicken steak pesanan teman saya juga tak kalah istimewa. Daging dada ayam tanpa tulang tersebut disajikan dengan pelengkap wajib setup sayuran dan potato wedges yang renyah. Hmm… aroma smokey lebih gencar lagi tercium dari daging ayam yang berlumur mushroom sauce kecoklatan tersebut. Daging ayamnya empuk dan masih terasa juicy – tidak kering, kontras dengan potato wedges yang digoreng renyah dan bikin ketagihan saat dicocolkan ke saus sambal.

Sayang spaghetti dengan topping tomato sauce dan parutan keju pesanan kami agak mengecewakan. Meskipun saus tomatnya tidak memakai saus tomat botolan, melainkan tomat segar yang dicacah halus sehingga jadi nilai plus tersendiri. Namun teksturnya sedikit terlalu kering dan cincangan daging sapi kurang terasa di lidah.

Rasanya saya menjadi paham kenapa Jonisteak selalu ramai dipenuhi pengunjung. Sebab dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu Rp 44.000,00 untuk Tenderloin steak impor dan Rp 25.000,00 untuk Chicken Steak, pengunjung sudah dapat menikmati steak mak nyuss untuk steak sekelasnya. Setelah membuktikannya sediri, rasanya memang tak salah jika resto steak ini disebut-sebut sebagai steak kaki lima dengan kualitas bintang lima. Pastinya wajib untuk dicoba!

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s