Artikel Opini : Ir. Soekarno

Kata Pengantar

Anugerah Tuhan yang maha esa, yang berupa Imajinasi, Inspirasi, dan Ketekunan menjadikan kekuatan dan pegangan penulis untuk menyelesaikan tugas ini. Tiada kata yang terindah selain ucap syukur tak terhingga karena penulis dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul “Biografi Presiden Republik Indonesia pertama: Ir Soekarno”

Tugas ini tidak akan terlaksana tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis akan mengucapkan sedikit rasa terima kasih kepada pihak yang telah berperan dalam usaha penulis menyelsaikan tugas ini. yaitu :

1. Tuhan YME

2. Orang tua penulis, yang telah memberi dukungan moral dan materi dalam meneyelsaikan tugas.

3. teman-teman 3ea07 yang telah memberi masukan dan opini dalam proses penulisan tugas.

Penulis menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan, baik dalam penyusunan dan penyajian materi nya, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dalam memperbaiki tugas ini.

Penulis juga mengucapkan terima kasih dan berharap agar tugas ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membaca nya, wassalam.

PENDAHULUAN

I.1

Saat ini 109 tahun umur Soekarno jika masih hidup. Bukan dalam hitungan angka Bung Karno akan hidup tetapi akan dikenang sepanjang negara Indonesia ini  berdiri. Juga bukan hanya dihormati akan perjuangan dan kedalamannya akan nilai-nilai universal berbangsa dan bernegara, tetapi oleh seluruh dunia diakui sebagai pemimpin yang menorehkan ajaran yang selalu digali dan dikaji bahwa pemimpin harus berjuang secara penuh dan ikhlas untuk seluruh rakyatnya dan masyrakat dunia.

Tulisan opini ini ditulis untuk tujuan agar bangsa ini, generasi ini tidak melupakan jasa-jasa yang telah dilakukan presiden Soekarno, agar bangsa yang besar ini bisa terus mengenang dan menghormati jasa dan perjuangan para pahlawan nya, karena tanpa mereka, bangsa ini tidak akan pernah ada.

1.2 Rumusan dan batasan masalah

Adapun Rumus dan masalah dalam penulisan tugas sebagai berikut :

a. Generasi muda telah melupakan jasa para pahlawan yang telah sangat berjasa dalam membangun negara ini.

b. Agar diingatkan akan kecintaan dan pengetahuan mereka kepada pahlawan bangsa kita, Ir. Soekarno.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan tugas ini adalah:

a. Untuk mengingatkan generasi muda negara ini akan besarnya nilai jasa para pejuang

b.Menimbulkan rasa nasionalisme generasi muda bangsa ini agar kita semua bisa menghargai jasa para pahlawan.

1.4 Metode Penulisan

Metode penulisan untuk mendapatkan artikel yang akurat dan lengkap sebagai acuan penulis tugas ini maka penulis menggunakan metode

a. Studi Pustaka

b. Research Internet

Dengan mencari referensi dari buku atau literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.

Biografi Presiden Republik Indonesia pertama: Ir. Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945,Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir. Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”.

Bung Karno tidak pernah usai untuk belajar, sejak muda sampai akhir hayat selalu berfikir cara untuk lebih mensejahterakan rakyat dan membangun tatanan keadilan buat semua umat manusia. Perjuangannya tidak pernah usai bahkan ajarannya sampai saat ini tetap hidup dan dipelajari dan dikaji.

Bung Karno memberikan nilai tambah yang sangat besar buat arti Kemerdekaan dan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari bangsa lain. Nilai-nilai ajarannya masih up to date sampai saat ini.

Sebagai founding father atau bapak bangsa, Soekarno bersama dengan bapak-bapak bangsa Indonesia seperjuangan lain telah mengantarkan  bangsa Indonesia dalam masa kemerdekaan dengan perjuangan tenaga, harta benda dan nyawa secara ikhlas dan tulus uberjuang tanpa pamrih untuk kehidupan yang lebih baik buat seluruh bangsa Indonesia. Bukankah kita akan malu jika berjuang dengan berhitung untung rugi dan hanya mementingkan diri sendiri ?

Tetap ada bapak-bapak bangsa dan pemuda-pemuda yang berjuang demi nilai-nilai yang luhur, berkeadilan, berkemanusaian, permufakatan dan demi kesejahteraan dan kesetaraan seluruh masyarakat dunia yang akan lahir dari bumi pertiwi ini. Mereka akan lahir dan berjuang untuk kehidupan lebih baik buat bangsa Indonesia dan dunia. Perjuangan belum usai dan tidak ada kata menyerah.

Akan lahir pemuda, pemudi, bapak, ibu yang penuh perjuangan mengisi kemerdekaan ini baik untuk bangsa Indonesia maupun untuk kemanusiaan secara universal. Soekarno adalah salah seorang yang memberikan tonggak, dan akan ada soekarno-soekarno lain yang kan memberikan tonggak lagi untuk kehidupan lebih baik di masa depan.

Mari berjuang terus bergandengan tangan dan jangan menyerah.

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan penelitian dan pembahasan bab sebelumnya maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

a. Soekarno lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, tapi mempunya jiwa nasionalisme yang kuat. Beliau tidak pernah berhenti belajar dan berusaha sehingga dia bisa mendapatkan kedudukan sebagai Presidan Pertama Republik Indonesia yang dihormati oleh rakyat nya dan mata dunia internasional. Kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia hendaknya mencontoh beliau, dan berusaha yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Saran

Generasi muda jangan pernah melupakan jasa dan pengorbanan Bung Karno, karena negara ini dibangun dan dilandasi oleh ide-ide dan gagasan beliau. Kita juga sebaiknya jangan mensia-siakan waktu masa muda ini, dan terus belajar demi kebaikan diri sendiri dan orang-orang di sekeliling kita, bangsa dan negara.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s